TEATER PERANG DUNIA DAN DRAMA DI MEDAN KONFLIK
Selama Perang Dunia I dan II, teater sering digunakan sebagai alat hiburan sekaligus propaganda bagi tentara dan masyarakat sipil. Pertunjukan diadakan di kamp militer, bunker, dan kota yang terdampak perang. Naskah drama sering mengangkat tema patriotisme, pengorbanan, dan kehilangan. Teater juga menjadi sarana pelarian psikologis dari tekanan perang. Banyak aktor dan penulis terlibat langsung dalam produksi di masa konflik. Pengalaman ini meninggalkan pengaruh besar pada perkembangan teater pascaperang yang lebih gelap dan reflektif.